Minggu, 13 Maret 2011

Delima


September 12th, 2008  



telah terbentuk kristal delima berwarna merah cerah
jika gelap mengurung ruang, dia bercahaya
merah menyala tanpa api dan energi
kristal ini terbentuk dari gumpalan udara pagi
yang disatukan oleh embun yang menetes dari ujung daun konifer
cahayanya dibetuk dari simfoni suara angin pegunungan
dan nyanyian burung muray saat matahari menyinsing
pendaran cahaya itu terus menyala menjadi mercusuar bagi penjelajah
yang mencari kehormatan.

Kapaan??

  • kapan semestinya aku berbagi?



    kapan sebaiknya aku memberi?







    atau














    sebaiknya aku berdiam diri!!!!!!!

si Acung versi nexian

Tiada kata yang paling ingin kita teriakin pas lagi senang . Alhamdulilahh . ahhahahahaaiiii.... =)
alhmdlh hari ini Allah kasi rejeki berlebih.. ana diizinkan punya ponsel lagi.. setelah sekian lama ga pake.. hehe..

sepenting apa sih ponsel sekarang?
sehebat apa ya.. 
ko kalo bentar aja ga megang hape, rasanya gimanaaa gitu =(
kepiran g sih kalo hape ni ga da?

* tapilama2 jadi makin parah uey..
bangun tidur pegang hape..
mau makan cari hape. 
mau mandi liat hape..
mau sholatpun pegang hape dulu..
huufff..
bahkan lagi sholat, ingat hapeeeee ja..

Astagfirullah..
y Allah... bai ko?

230610 by IA

takut aku pada keabadianMu.

Ya Allah..
dalam setiap langkahku kenapa hati ini selalu saj mencoba berpaling dari suara MU
Kau yang menjaga kendali pikirku..
kau yang menjaga kendala hatiku..
tapi egoku cukup kuat untuk melawan itu semua..
dalam perjalanan detik..
aku selalu bergetar mendengar kata mati
aku selalu takut jika itu benar benar terjadi
aku takut mati karena aku takut akan keabadianku
biarkan waktu menegurku dengan keriput di wajahku
menyadarkan bahwa aku terlalu banyak menyianyiakan kesempatan dariMu
aku menginginkan saat orang menjilat permen loli
meski saat itu aku sedang berpuasa untukMu
aku merebut lolinya dan aku menjadi bagian darinya.
sulit terpupus dari bayang masa lalu kita
karena masa lalu adalah hari ini
dan Kau selalu bisikan kebaikan dalam sanubariku
tapi egoku cukup kuat untuk melawannya.
Tuhan Siapa aku yang menjadi diriku ini,,?
dan hanya aristoteles yang menjawab
aku adalah apa yanga aku pikirkan.

41208 by DM

Bintang Jatuh


Seperti biasa pagi ini, mentari bersinar anggun dari ufuk timur. Suara derungan motor bersahut sahutan dari setiap blok perumahan. Ayam jago sedikit berkurang kokokannya, karena bulan kemarin menjadi korban “tuduhan” flu burung. Sehingga eksekusi massal di belakang kantor lurah pun dilakukan, hal ini menjadi sebuah peristiwa mengerikan setelah kasus poso. Bayangkan ayam montok disembelih dengan darah memancar kemana mana oleh sebilah pisau panjang, lalu dilemparkan kedalam lubang. Dirasa cukup banyak korban, lalu bensin disiramkan dan api dinyalakan. Wuss mereka musnah menjadi arang bergabung dengan gumpalan tanah.
Tersisa hanyalah ayam ayam pemberontak yang lolos dari sergapan petugas peternakan. Tak mengapalah setidaknya hari ini tidak pernah berbeda dengan yang lalu dengan kokokan menjelang adzan subuh berkumandang.
Mawar yang 2 hari lalu menguncup dan seharusnya pagi ini merekah indah, hilang entah kemana. Mungkin remaja mabuk cinta memetiknya tadi malam untuk diletakan di depan pintu rumahnya dengan secarik surat cinta. Tak mengapa, hari ini cukup cerah untuk menjalani hari yang serasa akan panjang.
Sepatu kanvas putihku melangkah mantap menuju jalan raya. hari senin angkut tiba tiba laris manis pagi ini. Para pegawai negeri mendadak datang pagi sekali, maklum mau apel, anak anak abg berseragam putih biru berbaur dengan remaja putih abu dalam deretan bangku panjang didalam angkut dengan deret 75. Disekitarku masih banyak orang orang yang tergesa gesa menunggu angkut. Padahal waktu baru menunujuk angka 06.00. Aku hanya bersabar menunggu, kalau perlu ikut menggelantung di depan pintu. Tapi tak perlu aku pikirkan itu cara itu, jaket biruku pagi ini cukup berjasa karena dingin udara kemarau tak pernah mau berkompromi.
Sambil berdiri menunggu angkut dipingir trotoar jalan, aku teringat kembali telepon yang berdering malam tadi
“haloo jal, pakabar?”,suara manis dari seorang wanita.
“oo ya baik, pakabar juga.!”, sambil berusaha mengingat suara yang selalu akrab ditelingaku, lembut manis dan memang terdengar bersabat,mmm..
“gmana kuliahnya?”,dia melanjutkan kembali, dalam hati aku berfikir jelas pusing, masa dia tidak tahu kesibukan ku selama ini.
“alhamdullilah lancar..!”ku jawab enteng,
“kalau ica gimana kuliahnya, lancar..?”, tiba tiba saja aku teringat pada sahabat wanitaku sewaktu masih sekolah sma dahulu, suaranya cara berbicaranya yang khas dan tentunya manis, ya aku mulai mengingat betul ini suaranya Anisa . Ica begitulah panggilan akrabnya yah panggilan yang sering aku berikan untuknya,meskipun ada panggilan sayang yang lain dari sahabat sahabatnya tapi dia sepertinya cukup nyaman dengan sapaan itu.
Mulailah kami berbicara panjang lebar malam tadi, dia menceritakan kehidupan barunya dikampus, teman teman dari berbagai pelosok daerah yang datang kuliah di perguruan tinggi di tengah Kota bandung. Aktivitas kemahasiswaan yang berbeda dari masa masa sma dan jurusan yang diambilnya sesuai dengan keinginan dan kemampuannya. Begitu pula aku, aku pun menceritakan kehidupan perkuliahan yang dari hari kehari semakin berat dan membosankan. Laporan laporan praktikum yang setiap harinya menunggu manis untuk dikencani di dalam kamar. Maklumlah kuliah teknik.
Melalui gagang telepon dia menceritakan keluh kesah dalam sebuah hubungan selama ini, dan sulitnya untuk menemukan seorang adam yang bisa membuat dia nyaman jika berada disampingnya. Sebagai seorang sahabat yang sudah mengenalnya aku hanya bisa mendengarkan setiap alunan ceritanya meskipun saat itu aku tak pernah memberinya sebuah jalan keluar.
Tiba - tiba  ditengah percakapan memotong,
“jal, sebetulnya aku ingin ketemu dengan kamu?” dengan nada suara dan desiran nafas yang berbeda dari sebelumnya.
“kapan?”
“kalau ada waktu senggang besok, bisa nggak kamu datang kerumah.!”
Waduh laporan dan tugas pun sudah berteriak dari dalam tas punggungku,wooii belum beres nih mau kapan diselesaiin, yah hingga hari selasa aku setidaknya harus berkutat dengan tugas dan laporan.
“maaf ca, besok pulang sore trus masih ada tugas yang musti deselesaiin, emangnya ada apa?”
“jal, aku kangen..!”
“yeah kalo itu mah sabtu aja aku datang  kerumah kamu, seharian kita ngobrol puas..”,jawabku cuek
“ca ga becanda..!” dan ini nada suaranya berbeda dari sebelumnya   
 Aku bingung mesti menjawab apa, dan diujung telepon sanapun sepi tak ada suara sedikitpun, kami membisu.
“ca, kalo bener2 pengen ketemu besok sore jal kerumah..”jawabku sedikit dengan nafas yang tertahan.
“oh, enggak kok ga usah kalo sibuk, o jal maaf mengganggu yah, ass..!”
“klik….”
tanpa jeda untuk aku berkata tiba tiba telepon diputus.
Suasana malam seketika itu berubah, seolah bintang berkelip redup dan angin mendesir lemah,aku bingung. Aku rebahkan kepalaku diatas bantal, sambil memikirkan yang seharusnya itu tak aku pikirkan.
“nit….nitttttttt” suara pesan masuk.
Aku baca dengan seksama.
-……..ca sayang kamu.-
Uhh.. hatiku semakin bergejolak,galau.
Malam tadi aku sulit untuk memenjamkan mata, diakhir mata terlelap aku sempat berguman “YA Allah jika sahabatku itu adalah hawa untuku maka dekatkanlah hubungan kami dengan lebih baik”
Dan malam terus mengarungi waktunya hingga semburat pagi tiba.
“jang, ledeng..”,sopir angkut tiba tiba memberhentikan mobilnya di depanku
Lamunanku pecah, segera aku menaiki angkot dengan berdesak desakan, dan hanya kebagian ujung pantat doang. Dalam angkot ini aku berharap hari ini akan berjalan lebih baik dan pertemuan kami nanti sore akan lebih indah pula   
Ciwaruga,29 April 2008..


dalam diamku...


Inginku putih dalam tiap relung jiwaku
Meikrarkan keihklasan dalam kurungan kepercayaan
Tapi ilusi membenturkannku dalam hitamku
Membuatku terikat dan terpasak dalam diamku.
Telapak kaki surgaku,mengajarkanku  
dunia dalam akhiratku,
teguh dalm prinsipku ,
 kokoh dalam tiang kepribadianku..
Dan tetap setia pada atap imanku..
Susah payahku dalam diamku..

151208

speed of implementation

"segera kerjain, yang namanya masalah itu di depan, tinggal hadapi dan selesaikan.."
ini nih kutipan percakapan yang saya senangi dari seniorku KaRemi yang memenejeri KaReumbi. :D

uing pisan uyy.!

kadang kita terlalu banyak diliputi angan untuk mengerjakan sesuatu, karena terlalu banyak angan dan perencanaan yang rumit dan terlalu jauh pada akhirnya timbul kebosanan dari kebosanan semua yang kita rencanakan akhirnya gak dikerjakan pula. kalo toh mentok terjadi masalah or kegagalan itu jadi ilmu yang berharga buat kita. dan di masa depan jangan mengulangi problem yang sama.
saya baca di sebuah artikel, katanya kalo seseorang yang terbentur masalah dua kali secara psikologi bakal menghindari kesalahan itu.
yang namanya keinginan dan rencana itu segari lurus ama waktu, semakin ditunda waktu semakin menyempit dan tahukah?
umur kita jadi berkurang saat itulah dengan sendirinya hilang kenginan itu

makanya cuy, kalo punya rencana mu bisnis, maen ke tempat impian, ataw menyatakan isi hati pada seseorang :p
segera lakukan cuy
lets do it..

mulainya dari yang kecil dulu yang enting mengawali, selanjutnay tinggal ikuti iramanya.



Mar 12, 2009 by DM

Aku merindu


selalu ada kerinduan walaupun selalu ada komunikasi...
seandainya ini cepat berlalu...
hei  jarak , cepatlah kau menyingkir.. cepatlah kau pergi.. biarkan kami selau bersama..

kapankah jarak itu musnah? Berganti  dengan ikatan kecil yang menyatukan ...? ikatan kecil yang menyempurnakan separuh agama?
sungguh berat bagiku, duduk diamm dan menunggu...

aku merindu....

Aku berdiri di tepi hutan menunggu semburat cahaya matahari.
aku rindu langit berwarna biru..
aku rindu lautan biru.."